Mengenal SAT, A Level, dan ACT. Apa Perbedaannya?

Article

Halo Sobat Meraki!

Untuk kamu sang pejuang pendidikan dan pemburu beasiswa luar negeri yang sangat antusias sudah pasti tidak asing mendengar berbagai macam persyaratan yang dibutuhkan.Termasuk syarat-syarat mendaftar kuliah seperti SAT, A level, ACT, GMAT, GRE dan EJU. Tetapi ternyata masih banyak kawan-kawan kita yang belum mengenal definisi dan perbedaannya. Wah! Kebetulan sekali di artikel kali ini, kita akan membahasnya. Selamat membaca! 

1. SAT (Scholastic Aptitude Test)

Scholastic Aptitude Test atau Scholastic Assesment Test (SAT) adalah ujian standardisasi yang diciptakan oleh College Board untuk murid-murid lulusan SMA yang ingin melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Namun, tes ini diakui juga secara global dan tak hanya di Amerika saja. SAT di selenggarakan oleh Collegeboard.org. Collegeboard.org adalah situs resmi yang digunakanakan untuk mendaftar SAT di seluruh negara. Kamu perlu mendaftar sebelumnya dengan menggunakan paspor. SAT juga berfungsi sebagai salah satu alat ukur kemampuan siswa atau siswi dalam berpikir kritis untuk keberhasilan di perguruan tinggi. 

SAT ada dua tipe yaitu SAT I dan SAT II. SAT I adalah tes standar yang meliputi english reading, english writing + essay, dan matematika. Sedangkan SAT II atau SAT subject test terbagi sesuai mata pelajaran. Biasanya hanya SAT I yang dibutuhkan, tetapi terkadang universitas dengan jurusan spesifik (contoh kedokteran) biasanya meminta SAT Subject Test yang sesuai dengan jurusannya (contoh SAT biologi untuk masuk jurusan kedokteran). Persiapan untuk mengikuti ujian SAT biasanya memerlukan waktu dua hingga tima bulan. Jika kamu memiliki skill bahasa Inggris yang cukup baik dan tidak memerlukan target yang terlalu tinggi, tentunya waktu persiapan tidak sepanjang jika kamu memerlukan target skor yang tinggi, apalagi, jika kamu menargetkan untuk diterima di Cambridge atau Oxford.   Jika skill bahasa Inggris kamu baik, waktu 3 bulan juga sudah mencukupi.

Tes SAT Reasoning Test diadakan sekitar 6 – 7 kali dalam setahun terdiri dari dua bagian utama: Bahasa Inggris dan Matematika. Berikut adalah komponen dari ujian SAT:

  1. Evidence-based reading and writing
  2. Reading test 
  3. Writing and language test
  4. Mathematics 
  5. Essay (opsional) 

Seluruh test harus diselesaikan dalam waktu 3 jam dan 45 menit. Skor penuhnya adalah 2400. Jika kamu dapat meraih skor di atas 2000, peluang kamu untuk diterima universitas-universitas top dipastikan sangat terjamin. Skor aman adalah 1600 ke atas, jika di bawah itu, peluang kamu untuk diterima bisa dibilang sangat tipis.Nilai maksimum SAT lama adalah 2400. 800 Math, 800 Writing, dan 800 Reading. SAT baru itu nilai maksimumnya 1600.

2. A Level (Advanced Level Qualifications)

A Level adalah ujian kualifikasi yang diakui secara internasional dan dibutuhkan untuk masuk ke universitas luar negeri di jenjang S1. Kualifikasi berbasis mata pelajaran yang digunakan dalam penerimaan universitas, pendidikan tingkat lanjut, pelatihan, dan pekerjaan. Tes A-level ini dikeluarkan oleh lembaga Cambridge International Examinations (CIE) dan digunakan sebagai persyaratan masuk ke universitas luar negeri. Beberapa negara yang menerima hasil ujian A Level adalah Inggris, Jerman, Austria, Norwegia dan beberapa universitas di Belanda. A level pertama kali diperkenalkan di Inggris dan Wales pada 1951. Fungsinya untuk menggantikan Sertifikat Sekolah Tinggi.

Pada tahun pertama, siswa mempelajari setengah pelajaran, yang disebut AS-level. Pada tahun kedua, siswa mempelajari setengah pelajaran lagi yang disebut A2-level. Penggabungan dari AS-level dan A2-level disebut A level. Umumnya siswa mengambil tiga sampai empat mata pelajaran A level. Pasalnya penerimaan universitas biasanya berdasarkan tiga nilai A level, sehingga mengambil mata pelajaran keempat akan berpengaruh pada nilai. Tidak seperti kualifikasi lainnya, seperti International Baccalaureate, A level tidak meminta syarat mata pelajaran tertentu. Biasanya kamu membutuhkan syarat dua nilai berikut. Setidaknya lima General Certificate of Secondary Education (GCSE) dengan nilai 9-4 atau A-C setidaknya nilai 6 untuk mata pelajaran spesifik yang ingin dipelajari

Walaupun begitu, syarat spesifik yang dibutuhkan untuk mempelajari A level berbeda bagi setiap sekolah dan universitas. Penting untuk mencari tahu nilai yang disyaratkan sekolah atau universitas yang kamu tuju. Siswa dapat menggabungkan mata pelajaran yang mereka inginkan. Namun biasanya siswa memilih mata pelajaran berdasarkan program studi yang dituju di universitas. Beberapa program studi mensyaratkan A level tertentu. Kamu harus memeriksa persyaratan untuk masuk universitas yang kamu tuju ya! Untuk informasi terkait mata pelajaran yang bisa diambil dan jadwal tesnya. 

A level diterima di berbagai universitas di Inggris, Irlandia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, India, Singapura, Mesir, Yordania, Afrika Selatan, Belanda, Jerman, dan Spanyol.  Umumnya ada dua alasan utama siswa mengikuti kualifikasi ini :

  1. Melanjutkan pendidikan ke universitas atau institusi pendidikan tinggi yang mensyaratkan A level tertentu secara spesifik. 
  2. Belum tahu pasti terkait karier yang hendak dijalani. Jika kamu belum yakin hendak menjalani karier atau pekerjaan seperti apa, mempelajari A level dapat membuka banyak pilihan untukmu.

3. ACT (American College Testing Program) 

Tes ACT adalah ujian yang perlu kamu ambil jika ingin kuliah ke Amerika, karena banyak universitas di Amerika mensyaratkan tes ini untuk penerimaan mahasiswa. Ujian ACT ini menguji calon mahasiswa dalam 5 bidang yaitu Bahasa Inggris, Matematika, Reading (pemahaman bacaan), Sains, Writing/mengarang (tidak wajib).

Begitu saja perbedaan dari ketiga tes tersebut, sekarang apa kamu sudah tahu ingin mengikuti tes yang mana sebelum mendaftar di universitas di luar negeri?

Nantikan terus artikel dari Meraki Asa. Don’t forget to register to be part of our community by clicking “Login” above!